Aku punya mama yang luar biasa. Dia, Perempuan yang paling hebat di dunia ini. Tapi, kenapa dia bisa begitu luar biasa padahal dia adalah:

Seorang mama yang hanya merasakan sedikit kasih sayang mama karena kesibukan mamanya, tapi mampu memberi kasih sayang yang luar biasa ke anak-anaknya.

Seorang mama yang mungkin waktu kecil tidak diajarkan nyanyian-nyanyian anak-anak, tapi mampu mengajarkan banyak nyanyian-nyanyian itu untuk kami.

Seorang mama, yang dulu harus memohon-mohon dan menangis agar boleh sekolah. Tapi mampu menyekolahkan semua anaknya. Dan memberi segala yang terbaik yang dia bisa.

Seorang mama yang dulu waktu sekolah harus sambil bekerja untuk membayar uang sekolah, tapi selalu membayar lunas uang sekolah kami sampai berbulan-bulan ke depan.

Seorang mama, yang dulu nggak pernah jajan di sekolah. Tapi selalu memberikan uang yang lebih untuk kebutuhan kami.

Seorang mama, yang dulu harus masak sendiri di kos dan harus sangat mengirit ikan asin yang di bawa dari rumah dengan sembunyi-sembunyi. Tapi mama membuat anaknya selalu makan enak dan mama selalu khawatir anaknya udah makan atau belum.

Mama yang dulu seringnya makan ubi untuk sarapan, nasi pake garam dan daun singkong, sekarang selalu ingin masak apa yang aku suka, dan aku selalu jawab: “aku suka semua ma.” jawaban itu tidak membuatnya puas, mama ingin masak yang paling aku suka. Dan yang paling aku suka adalah masakan mama. Apapun itu.

Seorang mama, yang dulu harus bekerja part time waktu sekolah, tapi tidak membolehkan anaknya untuk bekerja, cari uang. Kami hanya makan, minum, tidur dan belajar.

Mama yang dulu belum tentu dapat baju baru setiap tahun, tapi sekarang menyuruh anaknya untuk beli baju baru setiap bulan. Katanya, mama takut anaknya ga bisa mengikuti gaya teman-temanku.

Seorang mama yang rela tidak bisa seperti ibu-ibu lain. Mama ga punya waktu yang banyak untuk bisa sering-sering ikut arisan, belanja, nyalon dan kegiatan ibu-ibu yang menyenangkan lainnya. Demi mencari uang, untuk kami.
Seorang mama yang walaupun sakit akan tetap bekerja mencari uang. Lagi lagi demi aku, kami.

Mama yang selalu menangis, dan berusaha berobat keman-mana kalo kami sakit. Semua akan dilakukan sampai kami benar-benar sembuh.

Seorang mama yang sudah banyak merasakan asam garam dunia, tapi tetap mau mendengar kritik dari anaknya. Bahkan Sejak kami masih kecil.

Seorang mama yang selalu mengerti anaknya, untuk masalah apapun itu. Dia selalu mengerti dan selalu memberi maaf, penuh kasih dan sabar.

Aku baru sadar ternyata halaman-halaman ini nggak akan cukup untuk menuliskan luarbiasanya mamaku.
Mama punya harapan untukku, dan aku harus bisa melakukannya.

Aku sayang mama, sayaaanggg banget. Di doaku, aku hanya minta agar aku bisa membahagiakan mama dan bapak selama hidup mereka…

~~ PANGIDOAN NI DA INANG PANGINTUBU DOHOT AMANG PARSINUAN..
NA IKKON OLOANHU..