Kita tahu bahwa lidah dan mulut kita punya kuasa. Untuk itu Firman Tuhan berkata hati – hati gunakan mulutmu. Kita harus menjaga setiap perkataan dalam mulut kita, agar jangan ada perkataan yang sia – sia apalagi umpatan bahkan sumpahan keluar dari mulut kita.

Bpk. Pdt. Daud Tony, Beliau adalah salah seorang pelayan Tuhan yang sangat diurapi. Bidang khususnya adalah okultisme (kuasa kegelapan), karena masa lalu Beliau adalah seorang “tukang santet” atau “dukun santet”, yang bertobat setelah menantang Tuhan, melalui hambaNya, Pdt. Gilbert Lumoindong. Setelah bertobat, Bp. Daud Tony secara khusus ikut terlibat dalam peperangan dengan kuasa kegelapan. Melalui kotbah yang cukup ekstrim dengan membuka “kedok” setan, Bp. Daud sering ditantang mantan rekan seprofesinya dahulu, hasilnya… taukan…

Nah, mengenai Sumpah serapah, Beliau mempelajarinya secara khusus dahulu sebelum bertobat. Sebelum itu mari kita buka di Kejadian pasal 27, dan Bilangan pasal 22. Kej 27 mengisahkan tentang bagaimana Yakub diberkati. Bilangan 22 berbicara tentang bagaimana Balak memerintah Bileam untuk mengutuki bangsa Israel (Baca ya!). Dari kedua kisah Firman tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa ” Berkat dan Kutuk itu tidak dapat ditarik dan diubah atau dibatalkan, kecuali oleh Tuhan sendiri”. Maka, hati – hati dalam setiap perkataan kita. Jangan mengucap kutuk dan umpatan, tetapi ucapkan berkat.

Bpk. Daud Tony membuka rahasia tentang sumpah kutuk melalui pengalaman Beliau selama masih menjadi “budak setan”. Ada beberapa kriteria supaya sumpah itu dapat terjadi :

1. Kedudukan yang lebih tua
Misal orang tua kepada anaknya, kakak kepada adik, Kakek terhadapa cucu. Maka hati – hatilah orang tua! Jaga ucapan terhadap anakmu.
2. Kedudukan yang lebih tinggi
Misal nyonya terhadap pembantu, Boss kepada karyawan, guru terhadap murid. Maka boss jangan suka membodohi anak buahnya bila marah. Ini kenyataan loh, perhatikan saja bila anak buah dibodoh-bodohi, maka ia akan berlaku salah terus.
3. Keadaan emosi dan tidak direncanakan.
Kalau tidak emosi, dan direncanakan, tidak akan menjadi kutuk. Tetapi biasakanlah menjaga perkataan, karena kebiasaan yang baik menghasilkan buah yang baik. Bila terbiasa mengucapkan umpatan, bagaimana bila emosi?
4. Ketidakadilan
Misalnya adanya penipuan dalam pembagian warisan, seorang anak menipu saudaranya yang lain dan saudaranya tidak terima. Atau misal mereka yang pacaran sudah lama, tiba – tiba sang laki – laki meninggalkan wanitanya, dan mencari wanita lain. Atau polisi yang menilang secara semena – mena dan korupsi. Dalam keadan “tidak ada ketidak adilan” atau tidak bersalah, kutuk tidak akan terjadi, tapi bila ketidak adilan terjadi , mereka yang diperlakukan tidak adil, memiliki kuasa besar dalam mulutnya.

Intinya, kutuk itu datang dari atas ke bawah, dan bagi mereka yang diperlakukan tidak adil, serta dalam keadaan emosi dan datangnya tidak direncanakan. Kutuk tidak dapat dibatalkan oleh manusia, oleh orang yang mengutukinya, walau kemudian sudah berbaikan, ataupun oleh pendeta. Hanya Tuhan sendiri yang dapat membatalkannya. Semuanya merupakan kejadian nyata dalam kehidupan kita.

** Buat kalian yang pernah dikutuki, atau berbuat tidak adil hingga dikutuki, bertobatlah!
Berdoa dan minta ampun dihadapan Tuhan, dan lakukan pemberesan dengan manusianya. Lalu berdoa, minta hancurkan oleh DARAH YESUS, atau jika perlu ikut PELEPASAN.

Kita harus senantiasa menjaga mulut. Walau diperlakukan secara tidak adil, jangan lepaskan kutuk atas mereka yang bersalah, melainkan doakan mereka. Percaya bahwa Tuhan itu Maha adil, Ia akan membela perkaramu.

Jaga mulut, jaga hati, Stay in Jesus Christ.

JBU