Tidak bisa dipungkiri, putus cinta memang sangat menyakitkan.😦😦😦

Namun, akan lebih menyesakkan lagi bila di saat hati masih menyimpan perasaan mendalam, kita harus melihat kenangan-kenangan dengan mantan kekasih yang tersimpan dalam situs pertemanan Facebook atau bahkan ketika melihat status update mantan pasangan..

Sebelum ada facebook apakah perasaan putus cinta terasa sama menyakitkan seperti saat ini.?πŸ˜‰
menguntungkan kita atau merugikan.?

Berikut jawabannya

1. Perubahan status

Ketika memulai hubungan yang baru dengan seseorang, kita akan dengan senang hati mengganti status kita dari ‘single’ menjadi ‘in a relationship with’. Namun, hal ini akan berbeda jika kita baru saja berpisah dari pasangan kita, akan terasa sangat berat untuk menggantinya kembali menjadi ‘single’.

Akan lebih menyiksa lagi ketika perubahan status itu dipertanyakan banyak orang yang menjadi teman kita. kita pun akan merasa sangat tertekan jika harus menjawab semua pertanyaan teman kita.

Jika ingin menghindari berbagai macam pertanyaan seputar perubahan status ini, kita dapat menyembunyikan status hubungan, lalu menggantinya dengan ‘single’. Perubahan status kita pun tidak akan terpublikasi di newsfeed teman kita sehingga kita tidak perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ingin dihindari.

2. De-tagging

Hal ini tergantung seberapa besar rasa sakit hati yang disebabkan oleh perpisahan. Kita mungkin terlalu sakit hati sehingga memutuskan untuk menghapus tag atau bahkan foto tersebut dari akun kita.

Mungkin hal ini akan membantu karena kita tidak lagi dapat membaca komentar-komentar orang tentang foto itu atau melihat kemesraan kita dan mantan pasangan dalam foto tersebut.

3. Curhat di status

Di saat perasaan tidak menentu, kita akan mencari pelarian untuk menenangkan hati. Terkadang fasilitas dalam situs pertemanan ini seperti status update menjadi obat sakit hati paling ampuh.

Namun, kita tidak pernah menyangka bahwa mencurahkan apa yang dirasakan bisa menjadi bumerang bagi kita dan memperburuk hubungan kita dengan mantan.

Agar kita tak semakin tersiksa, sebaiknya cobalah melupakan mantan.
Apa yang kita lakukan saat memutuskan berpisah sudah tidak ada sangkut pautnya lagi dengan mantan kekasih.
Jangan hanya karena takut akan merusak hubungan dengannya, kita malah tenggelam dalam kesepian dan pelarian semu, serta takut mencurahkan apa yang kita rasakan.

Karena itulah gunanya Facebook, kita bebas berekspresi, menulis segala pendapat yang ada di pikiran kita, dan mendapatkan feedback dari teman-teman kita. Kita pun tidak akan merasa kesepian bahkan hubungan kita dengan teman-teman pun akan semakin erat.

Akan tetapi, semua tetap ada batasannya.
Kita tentu tidak ingin dicap sebagai wanita murahan karena memaki-maki orang dengan bahasa yang kasar pada status update kita.
Curahkan apa yang kita rasakan dan ada dipikiran kita dengan menggunakan bahasa sopan.

4. Memutuskan pertemanan pada facebook

Berhentilah selalu melihat akun Facebook mantan. Melihatnya hanya akan membuat kita lebih sakit hati, apalagi jika si dia menuliskan hal-hal mengenai kehidupan barunya dengan wanita/prialain.

Jika tidak sanggup dan selalu berakhir pada halaman profilnya, ada baiknya kita menghapusnya dari daftar teman kita. Toh, ini bukan berarti menghapus pertemanan di dunia nyata.
Semua ini tentu dilakukan atas dasar keinginan kita untuk melupakan luka masa lalu dan mencoba membuka diri untuk masa depan kita..

HHOHOOHOHOHHOOH…..πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€