Enam Januari yang lalu, saya sudah melepas usia Dua puluh Enam and masuk ke komunitas berusia dua puluh Tujuh..Mustinya sech saya bukan teenager lagi.
Jadi? Lalu? Lantas? Entahlah…

Dua puluh Tujuh tahun berarti lebih dari dua dekade. Malah hampir Tiga dekade.
Dua dekade lebih telah berlalu sejak ibu melahirkan saya. Dalam Dua dekade lebih itu, lebih lama menjomblo, hahahaha.😀😀
Tidak begitu penting sih. Dua dekade lebih saya berbuat ini itu. Dua decade lebih saya belajar…
Dua dekade lebih saya diawasin malaikat…

Jadi dapat apa selama dua puluh tujuh tahun? Dulu saya pikir orang umur dua puluh Tujuh itu sudah tua, sudah keren banget.. Sudah mantap dalam hidup kayak mbak-mbak cantik kantoran gitu… Ya sebenarnya dua puluh tujuh tidak tua-tua amat sih.😉😉

Kalau saya lahir pas Pak Harto pertama jadi presiden juga sekarang juga masih beliau presidennya. Hahahhha.
Tapi beda sih. Bukan remaja lagi. Meskipun gagal jadi sarjana sebelum usia dua puluh lima…
Hanya mencapai gelar Diploma di usia dua puluh satu tahun.. (Puji Tuhan)…🙂

Tapi…..
Pantes nggak sih saya jadi manusia dengan usia dua puluh tujuh..?????😉😉😉
Mana pantes, kalau saya masih suka merengek dan sambat kalau dapet pekerjaan yang sulit sedikit….

Mana pantes, kalau saya masih nggak bisa mengambil keputusan dan memaksa orang lain memutuskannya buat saya….

Mana pantes, kalau saya masih bingung sendiri sama cita-cita saya dan ke depannya mau ngapain, pengen ini pengen itu tapi nggak ada yang dijalanin, nggak kayak teman-teman yang mungkin sudah mantap sama pilihan hidupnya…

Mana pantes, kalau saya masih belum bisa peduli sama keluarga, nggak pernah buat mereka bangga…

Mana pantes, kalau saya masih belum punya keyakinan diri, masih susah setengah mati ketemu orang baru, kadang tanya ke orang saja nyuruh orang lain, nggak mau keluar dari zona nyaman…

Mana pantes, kalau saya masih plin-plan, tidak punya pendirian, tidak bisa mendefinisikan diri sendiri, apa yang saya mau, apa yang saya butuh, berubah tiap waktu…

Mana pantes, kalau saya masih sering terbawa emosi, emosi yang tidak jelas, kadang-kadang hormon sih tapi tetap saja tidak boleh sampai merepotkan orang lain….

Tapi..

Bagaimanapun
Tetap saja
Tidak bisa menghindar
.
.
.
Tetap saja saya akan dua puluh tujuh… Bagaimana bisa lari..???

Puji Tuhan.. 😀😀