Aku mencoba memutar arah jarum jam secara berlawanan..

Kamu mencoba memecahkan waktu yang sudah terurai..

Aku, manusia pertama yang selalu bahagia saat bersamamu,,

Dan kamu, manusia pertama yang selalu temaniku.

Aku, adalah kepercayaan yang sirna di masa lampau.

Dan kamu, adalah gemerlap bintang yang telah pudar terombak waktu.

Aku, adalah serpihan bom waktu yang slalu mengancam kebahagiaanmu.

Dan kamu, adalah pemilik setengah dari harapan hidupku, yang membuatku slalu membunuh asa ku.

Aku, kamu?

Yah, slalu bertentangan bukan?

Seperti cerita sang dewa yang mencintai manusia.

Aku, kamu?

Slalu terpisahkan, dengan apapun.

Di saat ku membuka mata, di saat itu juga kamu pejamkan mata.

Di saat ku mulai memejamkan mata, kamu kembali membuatku terpenat akan kalimatmu yang slalu mendengung di hati.

Kita bagai dua sisi mata uang bukan?

Yang tak pernah bisa bertemu antara sisi yang satu dengan sisi yang lain.

Karena kamu, adalah jiwa yang terlepas dari genggaman sang mentari.

Dan akulah mentari,

yang slalu mengalah ketika malam membuatmu terlelap nyaman.

So sad… why is it that love isn’t enough? Sometimes I wish there are no other factors except love. If only the people we love are destined to be with us, how happier this world will be. But alas, LOVE isn’t enough. So that even though we love someone, we gotta let them go. Because we have to…..