Kadang kala, orang yang kita cintai adalah orang yang paling menyakiti hati kita… dan kadang kala, teman yang menangis bersama kita adalah cinta yang tidak kita sadari…

Saat itu, seiring berjalannya waktu ku temukan seseorang yang keunikannya serupa, seirama,,ketika ku bergabung dan jatuh ke dalam suatu keanehan yang aku sendiri tak tau itu, sungguh ku benar-benar tak tau, buta tak terlihat karenanya… saat itu lah saat yang sangat indah rasanya…

Kenapa ketika aku tidur, ketika aku membayangkan, aku menutup mata??? Apakah karna hal terindah di dunia ini tidak terlihat…?

Kadang, ada hal-hal yang tidak ingin aku lepas, orang-orang yang tidak ingin aku tinggalkan, semuanya pergi, lepas begitu saja…

Aku yang telah mencoba untuk bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupanku..

Akankah kebahagiaan ada untukku yang menangis, untukku yang tersakiti, untukku yang telah mencari, dan untukku yang telah mencoba..?

Apakah merupakan cinta terindahku untuknya? ketika aku menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya,, ketika dia tidak mempedulikaku dan aku masih menunggunya dengan setia, ketika dia mencintai orang lain dan aku masih bisa tersenyum sembari mengatakan `Aku turut berbahagia untukmu`..?_?

Apabila cinta tidak berhasil,, aku ingin bebaskan diriku, membiarkan hati ini kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas sana.

Tergores bahwa aku mungkin menemukan cinta dan kehilangannya,, tapi ketika cinta itu mati, aku tidak ingin ikut mati bersamanya…

Ingatkan aku bahwa,,
Orang terkuat bukanlah mereka yang selalu menang, melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh, yang selalu belajar tentang dirinya sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada,, hanyalah penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah dibuat…

Ingatkan aku lagi bahwa,, Mencintai bukanlah bagaimana aku melupakan, melainkan bagaimana aku memaafkan… Bukanlah bagaimana aku mendengarkan, melainkan bagaimana aku mengerti… Bukanlah apa yang aku lihat, melainkan apa yang aku rasakan… Bukanlah bagaiaman aku melepaskan, melainkan bagaimana aku bertahan…

Dalam urusan cinta, aku memang sangat jarang menang,, tetapi ketika cinta yang kuberikan itu tulus, meskipun kalah, aku tetap menang karena aku bahagia dapat mencintai seseorang lebih dari aku mencintai diriku sendiri…

Akankah tiba saatnya dimana aku harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintaiku, melainkan karena aku menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila aku melepasnya…???

Dan apabila aku benar-benar mencintai seseorang, aku tidak akan melepasnya, aku tidak percaya bahwa melepaskan itu selalu berarti bahwa aku benar-benar mencintainya, melainkan aku harus terus berjuang demi cintaku…