Setahun lamanya kita bersama
Menjalin kisah cinta
Sepanjang hari kita mencoba untuk selalu berbagi
Mencoba untuk memahami keinginan hati masing-masing
Dan aku yang paling sering mengalah akan egomu
Agar cinta diantara kita tetap terjaga

Aku tak pernah menuntut lebih darimu
Waktumu apalagi materi
Aku hanya memintamu untuk mencintaiku dengan tulus,
jujur, dan menerima aku apa adanya
Seperti aku mencintaimu

Setahun kita menjali cinta
Tak sekalipun kau mengenalkan aku sebagi KEKASIHMU
Kau selalu saja menganggapku sebagi Temanmu
Bahkan tak lebih dari sahabatmu

Aku ini kekasihmu, bukan sahabatmu
Apalagi Temanmu
Kau selalu saja melarangku untuk berbaur dengan sahabat-sahabatmu
Kau selalu menyembunyikan aku dibelakangmu
Tanpa perduli betapa sakitnya aku

Hari itu,
Saat aku bercerita,
Betapa bahagianya aku bisa membagikan kisah kita kepada dunia
Kau begitu marah padaku
Kau berkata kecewa atas sikapku
Tanpa kau sadari hatiku terluka karenanya

Apakah aku perlu sembunyi
Bila ingin menulis sajak dan cerita tentang kita?
Apakah aku perlu simpan
Bila sajak dan cerita tertulis dari lubuk hatiku yang paling dalam?
Apakah aku benar-benar tak boleh bercerita kepada dunia
Bahwa aku sangat mencintaimu dan bangga memilikimu?

Amarahmu, kecewamu, dan sikap tak senang
yang kau tunjukkan padaku saat itu
Menorehkan luka dihatiku
Perih, dan terasa sangat sakit
Luka itu membekas di dada …………………..

Aku hanyalah wanita
Dengan air mata
Bukan untuk mengharapkan iba
Hanya sebuah ungkapan
Sebagai
Pelepas segala yang ada dan dirasa….