Saudaraku, Kekristenan yang benar mendorong kita untuk menghadapidiri sendiri secara jujur.
Kedewasaan dalam kekristenan datang secara bertahap pada saat ”perkara-perkara hati” berikut ini telah dibereskan. Dibawah ini ada beberapa tongkat pengukur yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan rohani kita.

Kedewasaan diukur dengan :

a. kemampuan kita untuk bergaul dengan orang lain (Yoh 17:21)

b. banyaknya kepuasan yang telah kita pelajari (Flp 4:11-12: I Tim 6:6)

c. Kemampuan kita untuk menguasai roh dan mengontrol emosi-emosi kita – kasih atau kebencian (ams 16 :32)

d. Kemampuan kita untuk mengontrol lidah kita. Kebanyakan dosa dilakukan dengan lidah (Yak 3:2)

e. Banyaknya kita menaklukkan kesombongan dan semua konflik lain (Roma 12:3)

f. Banyaknya kesabaran kita – mengalahkan segala ketergesa-gesaan dan kesukaan untuk mengkritik (Amsal 18:23 ; Yesaya 32:4)

g. Kesetiaan kita – tidak jatuh bangun, melainkan selalu stabil (Kis 20 :18)

h. Kekudusan kita. Pelayanan yang besar tanpa disertai karakter akan menjadi kurang berarti (Mat 7:20-23)

i. Besarnya jiwa perhambaan yang kita miliki. Rendah hati adalah tanda dari kebesaran (Markus 10:43-45)

j. Sikap kita terhadap otoritas. Sikap-sikap yang buruk menyatakan bahwa kita menentang Allah (Yeh 3:7)

k. Kemampuan kita menguasai pikiran kita. Kekalahan atau kemenangan dalam setiap peperangan ditentukan didalam pikiran kita (1 Petrus 1:13)

l. Kebijaksanaan kita dalam mengatur keuangan. Uang melibatkan hati nurani dan karakter (Lukas 16:10-11)

m. Banyaknya kita belajar untuk tidak mengatakan ”itu tidak adil” (Kej 50:20)

n. Banyaknya pengucapan syukur yang kita miliki. Pengucapan syukur adalah kunci kemenangan (Efesus 5:20 ; ! Tes 5:18)

o. Banyaknya kita menyadari bahwa masih ada yang tidak kita ketahui. Orang2 yang belum dewasa selalu merasa ”tahu” akan segala sesuatu (I Kor 5:41)

p. Kemampuan kita untuk meresponi penangguhan-penangguhan yang menyakitkan hati- suatu bukti tentang kedalaman akar iman kita (Mazmur 40:2-3; Yes 64:4)

q. Kemampuan kita untuk mengatasi kegagalan pribadi, Atau kelihatan seperti orang yang gagal (Yes 50:6 I Sam 30:6)

r. Kemampuan kita untuk mengatasi kehilangan sesuatu (Ayub 1:21)

s. Kemampuan kita dalam mengatasi permusuhan yang diarahkan kepada kita (Roma 12:17-21)

t. Kemampuan kita untuk menanganikesuksesan! Apakah kita terus bergantung kepada Allah ? (Ul 8 :11-14)

u. Banyaknya hikmat yang kita kumpulkan. Hikmat adalah suatu hal yang utama (Ams 4:7 ; Lukas 2:52)

v. Banyaknya kasih yang kita miliki. Kasih itu sama sekali tidak mementingkan diri sendiri dan merupakan tali kesempurnaan (I Kor 13 ; Kol 3 :14)

w. Besarnya rasa tanggung jawab dan kualitas untuk dapat dipercaya, serta banyaknya rasa takut akan Tuhan yang kita miliki (Neh 7: 2)

x. Berapa baik kita mengatur waktu. Membuang-buang waktu berarti membuang hidup (Mazmur 90:12 ; Efesus 5:15-17)

y. Sikap kita terhadap saudara-saudara seiman yang telah jatuh kedalam dosa – bersih dari sikap ”Aku kan sudah memberitahukannya kepadamu” (Gal 6:1)

z. Kemampuan kita mengenal diri sendiri, apakah sama seperti Allah mengenal kita (I Kor 13:12), dan berapa banyak kemunafikan yang telah dibersihkan dari hati kita (Matius 7:1-5). Kemunafikan adalah kebutaan terhadap diri sendiri

*** Berapa Banyak Buah Roh Yang Kita Miliki ? (suatu penyajian akhir atas semua hal diatas).

Saudaraku, baik pertumbuhan , kekuatan, maupun kedewasaan, semuanya diukur dengan hal ini –”Dari Buahnyalah kamu akan mengenal mereka” (Mat 7 :20, Gal 5:22-23). Kesembilan buah Roh mengungkapkan tentang sifat dasar Allah. Jadi, semua buah ini berlimpah-limpah di dalam kita, kita akan menjadi seperti Allah. Inilah panggilan dan sasaran kita (Roma 8:29; I Yoh 3:2).

Tuhan Yesus Memberkati ^_^

Sumber: http://www.facebook.com/profile.php?id=1433118362&sk=notes&s=10#!/note.php?note_id=454701605819

About these ads